permintaanku
Tuhanku,
Jika dia memang jodohku, bukakanlah hatinya untukku, agar tidak ada orang lain yang dapat masuk ke hatinya.
Tuhanku,
jika dia belum jodohku saat ini, kuatkanlah hatiku ini dalam menjaga cintaku padanya sampai saat itu tiba.
Tuhanku,
jika dia bukan jodohku, hapuslah perasaan cintaku yang besar ini karena sangat menyiksaku.
Tuhanku,
tolonglah hambamu ini..
Mahasiswa jaman sekarang
Ini nih tipe mahasiswa sekarang (termasuk gw kali yee)hahahaaa…
Awal semester

minggu ke dua

minggu keempat

sebelum UTS
![]()
waktu UTS

setelah UTS

menjelang UAS
![]()
7 hari sebelum UAS
![]()
6 hari sebelum UAS

5 hari sebelum UAS
![]()
4 hari sebelum UAS

3 hari sebelum UAS
![]()
2 hari sebelum UAS

1 hari sebelum UAS

malam sebelum UAS
![]()
1 jam sebelum UAS
![]()
ketika UAS

sesaat setelah UAS

ketika nilai keluar

setelah itu santai lagi, saatnya liburaaann

November Rain
Hujan, mungkin banyak orang yg nggak suka sama hujan, tapi nggak sedikit juga yg suka sama hujan.. gw pribadi sih, suka sama hujan, dulu waktu kecil suka ujan-ujanan, mau gerimis kek, banyak petir juga, tapi gw nggak suka sama setelah hujan, banjir bikin jalanan macet, apalagi beceknya itu, bikin kotor sama licin waktu make sendal..
apa ya, hujan tuh romantis banged menurut gw, auranya, hawanya, baunya, hmmm apalagi klo uda diatas kasur, keadaan yg sempurna buat terbang ke alam mimpi, hehe..
ada satu lagu l’arc~en~ciel yg judulny singin in the rain, beuh mantap sekali, menggambarkan sepasang kekasih yg lagi pacaran dibawah hujan sambil nyanyi~nyanyi, so sweet..@_@ mau teriakin suara lu yg jelek itu ga akan ada yg bisa denger karena ujannya deres, haha..
pasti ada yg nggak suka sama hujan karena angin kencengny dan petirny ya, gw pernah kesamber petir waktu neduh di depan rumah orang, waktu itu lg pulang jalan-jalan sama pacar naek motor, trus hujan n emang lagi banyak petir, gw mutusin untuk neduh, nggak berapa lama lagi asik-asiknya ngobrol sama doi, kayaknya petir nyamber rumah tempat gw neduh, kebayang dong deketnya gimana, suaranya kenceng banged sampe pengang ni kuping, tapi dari banyak orang yg neduh disitu, cuma gw sama doi yg tereak, bukan cuma karena kaget, tapi juga kita kesetrum gara-gara senderan di pager besi, wah urat-urat langsung pada nyeri, jantung berdegup kencang, ini kali ya rasanya dikejut sama alat dokter itu, haha..
untung nggak kesamber secara langsung, cuma kena hantaran listriknya aja sepersekian detik,hehe..pengalaman yg langka.. but i still like the rain..
terakhir, gw mau pesen, bawalah payung, biar klo keujanan ga kejebak nunggu reda trus jadinya malah nulis blog kayak gw sekarang ini, huahahaa
Kesepian
Burung-burung gagak berteriak
Dan berdengung terbang ke kota:
Salju akan turun segera -
Bahagialah dia yang kini masih – berkampung halaman!
Kini kau berdiri kaku,
Menengok ke belakang, ah! betapa lama sudah!
Mengapa kau yang tolol
Sewaktu musim dingin menjelang – larikan diri ke dunia?
Dunia itu pintu gerbang
Ke seribu gurun bisu dan dingin!
Yang kehilangan,
Yang kau kehilangan, takkan berhenti di mana pun jua.
Kini kau berdiri pucat,
Terkutuk untuk ngembarai musim salju,
Bagaikan asap,
Yang mencari langit yang lebih dingin selalu.
Terbanglah, burung, teriakkan
Lagumu dalam nada-burung-gurun! -
Umpetkanlah, kau yang tolol,
Hatimu yang berdarah di dalam es dan ejekan!
Burung-burung gagak berteriak
Dan berdengung terbang ke kota:
Salju akan turun segera,
Celakalah dia yang tak berkampung halaman!
oleh Friedrich Nietzsche
Memulai kembali
Nggak gw sadari, sering bgd gw ngebuat blog tetapi ujung-ujungnya nggak keurus juga. Gw tuh seneng buat address blog yang aneh-aneh, hehe, tapi ya cuma sekedar bikin aja, bingung juga mau nulis-nulis apaan, karena nggak biasa curhat panjang lebar, yang ada setelah orang baca blog gw, ga ada yang bakal mau buka blog gw lagi, hahahaa..
Setelah dipikir-pikir, dirasa-rasa, kayaknya mesti dipaksa juga gw buat nulis blog, gimana mau jadi penulis handal kalo nulis di blog aja ga bisa. Jadi, gw putuskan mulai sekarang gw akan memulai kembali aktif dalam dunia ini.
Yang pasti, gw pengen ninggalin yang namanya facebook sama plurk. Nggak tau, kayaknya nggak dapet feel-nya aja gimana ngeksis disitu. Mungkin karena bawaannya jadi pengen diperhatikan trus, hmm kayak setiap update status trus mengira bakal ada yang ngasih komen, hahahaaa, tapi sadar ga sih kita semua begitu, pada dasarnya manusia pengen diperhatiin, apa yang kita “laporin” kita pengen ada respon dari temen-temen kita.
Gw ga menyalahkan orang-orang yang begitu lho. Di facebook orang bisa ngasih komen (di plurk juga disediain tempat buat respon) nah kesannya setelah gw update berkali-kali dan nggak ada komen/respon, jadi kayak dikacangin gtu, hahaa, nggak koq emang ga pinter nulis status yang bisa mancing komen ;p
Nah, tapi gw seneng sama konsep twitter, lu bebas untuk follow siapa aja dan orang juga bebas untuk mau follow lu atau nggak, jadi ga ada paksaan untuk orang ngikutin semua update-an lu, ga harus menjadi teman. Orang suka ya di follow, ga suka tinggal unfollow.
Buat facebook, untuk saat ini kayaknya blom bisa ditinggalin, karena gw butuh foto-foto temen-temen gw untuk gw “aneh-anehin” trus di posting disini, huahahahaa..
OK, thats it for now. Bye.
Sang Ego
Ingin hati berteriak meminta keadilan
menuntut hak yang seharusnya aku dapatkan
namun itu menyebabkan derita pada orang lain
lalu apa yang harus aku lakukan?
Ego telah menguasi diriku
namun waktu memberikan renungannya
aku ikhlas, jika itu dapat membantu temanku
aku rela, untuk memberi
Kota Jakarta Tua
kota ku jakarta yang sudah tua
sungguh hebat deritamu saat ini
manusia sudah tidak peduli dengan tubuhmu lagi setelah menikmatinya
mereka membebanimu dengan bangunan yang begitu beratnya
bagaimana lagi kamu bisa menyerap air untuk tubuhmu
kamu juga tersiksa dengan bau sampah yang menggunung
manusia bilang “buanglah sampah pada tempatnya”, lalu manusia membuangnya di sungaimu
kamu biarkan saja sungaimu menjadi tempat sampah sekarang?
aku tidak heran kamu tenggelam ketika tuhan mengirimkan airNya
tubuhmu pun harus menanggung jutaan kendaraan setiap hari
akibatnya napasmu sesak akibat asap dari kendaraan itu
salah siapakah ini semua?
seharusnya kamu menolak ketika negeri ini mendaulatmu menjadi ibu
pesonamu membuat banyak orang ingin hidup di tubuhmu
namun sekarang, kamu sudah tidak sanggup lagi menghidupi mereka
kamu menangis melihat mereka kelaparan, terlunta meminta-minta
kotaku yang tua ini sakit
katakan padaku, bagaimana menyembuhkanmu?
sembuh dari sakit ragamu, juga hatimu..
Seventh Steps
Langkah ini telah sampai pada hitungan ke 7
banyak suka terarungi, tidak sedikit duka terlalui
aku berjalan melintasi berbagai halangan
aku melangkah melewati bermacam keindahan
terkadang, batu besar dapat kuloncati dengan cukup mudah
tapi tak pelak, batu kerikil kecil sering membuatku jatuh tak berdaya
aku tidak ingin berbelok
tidak ingin juga aku berhenti
aku ingin menyusuri jalan ini sampai pada akhirnya
akhir dari perjalanan ini yang mengawali perjalanan berikutnya.